Bayu sangat tergila-gila dengan sepak bola. Dia bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola nasional seperti ayahnya. Sayangnya, kecintaan Bayu pada sepakbola tidak disetujui kakeknya. Kegiatan sehari-hari Bayu malah dipadati jadwal melukis, drum, matematika, sampai Bahasa Inggris yang tak kunjung henti.
Heri, sahabat Bayu, sangat mendukung cita-cita Bayu untuk terus bermain sepak bola. Secara tak sengaja, bakat Bayu ditemukan Pak Johan, pelatih sepakbola yang bisa mewujudkan mimpi Bayu untuk masuk Tim Nasional U-13.
Sayangnya, jalan yang harus dilalui Bayu tak semudah yang diperkirakan. Bayu dan Heri pun mencari cara untuk mengakali Kakek Usman.
Bagaimana caranya agar Bayu bisa terus mengikuti seleksi Tim Nasional U-13? Mengapa Bayu harus berlatih di pemakaman umum? Siapa pula Zahra yang misterius itu sebenarnya?
Comment from this Novel and Film:
“Saya menganjurkan kepada anak-anak Indonesia untuk menonton film Garuda di Dadaku,” demikian komentar-cepat Kak Seto
"Film ini menunjukkan bahwa sebuah cita-cita tidak boleh dikotak-kotakkan. Misalnya, cita-cita yang seperti itu boleh, sementara cita-cita yang seperti ini tidak boleh. Apa pun cita-cita yang diinginkan seorang anak perlu diberi peluang untuk dikembangkan." kata sutradara Film Laskar Pelangi, Riri Reza.
“Bagus, mengharukan, asyik banget!” –Aini, penulis KKPK best seller Chocolate Milk
“Cerita tentang persahabatan yang asyik, inspiratif, dan menarik.” – Qonita, penulis KKPK Raksasa Kesepian.
Special Comment from ME!!!
This film really are amazing!! First I think this film just a normal-normal. But, I watch it seriously, Then I know how amazing this is! Inflame our spirit! Then we are taught to achieve the dream.
I rate it : 9.85/10.00
Thumbsup!!!
Credits:
Buka buku 4 the book info
Mizan 4 the book comments
and Google








0 comments:
Post a Comment